Review Buku: Perempuan Teduh

Sinopsis:
Perempuan diciptakan dengan berbagai keindahan. Ia mampu meneduhkan mata yang memandang dan menyejukkan hati yang gersang. Keteduhan adalah fitrah yang dianugerahkan oleh Allah kepada setiap perempuan.
Tak sedikit orang mencari keteduhan dengan berbagai cara. Rela mengeluarkan uang dan menghabiskan waktu demi mendapat ketentraman. Hati-hati mereka seakan kerontang, tak ubahnya tanah tandus yang mendamba tetesan hujan. Mereka lupa kalau keteduhan sebenarnya dekat dengannya. Bersemayam dalam hati istrinya yang shalihah.
Resensi:
Buku Perempuan Teduh, berisi kumpulan cerita tentang perempuan dengan segala pernak-pernik dan keistimewaannya. Berbicara tentang perempuan, sejatinya kita berbicara tentang masa depan peradaban. Perempuan amat penting perannya dalam melahirkan dan menumbuhkembangkan generasi cerdas yang akan jadi pemimpin ulung di masa depan.
Setiap bab dalam buku ini mengandung nasihat untuk perempuan agar termotivasi memperbaiki diri menjadi muslimah sesungguhnya. Fitrah yang diberikan oleh Allah SWT kepada perempuan merupakan tanda Dia memercayai wanita menjadi perantara kasih sayang dan perwakilan keindahan-Nya, juga tempat bagi lahirnya generasi-generasi sesudahnya.
Seperti buku-buku bertemakan tentang 'perempuan' lainnya, dalam buku ini juga memuat kisah teladan para perempuan teduh di zaman dulu. Para ibu hebat yang berhasil mencetak para ulama, manusia-manusia cerdas yang tumbuh beriringan dengan didikan istimewa dari ibunya. "Baik wanita, baiklah dunia", 4 kata tersebut menggambarkan betapa berharganya seorang wanita, hanya saja terkadang kita (para wanita) sendiri yang tak menyadarinya.
Bila kita termasuk wanita yang sering mengeluh dan merasa insecure, saya sarankan bacalah buku ini. Buku Perempuan Teduh mengupas secara apik seperti apa dan bagaimana kecantikan perempuan yang sesungguhnya. Kecantikan utama bukan terletak pada rupa, melainkan hati.
Tak hanya memotivasi, buku ini juga mengajak kita para wanita untuk bermuhasabah. Kadangkala wanita sering berpikir bagaimana menjadi cantik, hingga lupa bagaimana cara berpikir cantik. Wanita memang senang dengan pujian, padahal cantik pun bisa jadi ujian. Tidak ada wanita yang sempurna, tapi setiap dari kita selalu memiliki kesempatan untuk bisa menjadi wanita yang shalihah.
Sebelum waktu kita di dunia habis, sebelum semangat masa muda kita terkikis. Mari manfaatkan waktu yang tersisa untuk terus memperbaiki diri. Menjadi muslimah yang berperan untuk negeri. Meski dengan hal-hal kecil, tapi setidaknya kita telah berusaha untuk memiliki andil. Dan bukankah sesuatu yang besar dimulai dari sesuatu yang kecil?
Bumi Allah, 11 Syawal 1443 H.


Komentar
Posting Komentar