Datang dan Pergi



"Kalau pergi, berarti memang bukan dia orangnya."

Sepenggal kalimat yang masih terngiang sampai sekarang.

Salah satu topik yang dibahas bersama my bestie dalam keadaan kantuk yang menyerang. Hehe.

Karena dalam hidup, datang dan pergi itu hal biasa dan pasti terjadi. Entah itu manusia atau hal lain.

Jadi ya, sederhana, 

"kalau pergi, berarti memang bukan dia orangnya."

"Kalau pergi, berarti memang sudah segitu saja kadar waktu dia ada di kehidupan kita"

Terdengar simple, tapi apakah implementasinya se-simple kedengarannya?

Perlu digarisbawahi, bahwa datang dan pergi bukan saja hanya perihal cinta.

Dalam kehidupan, apa saja bisa datang dan pergi. Sesuatu yang kita inginkan, sesuatu yang kita miliki, dan sebagainya. Karena memang semua itu hanya titipan.

Satu hal yang kuingat juga dari cerita my bestie, yang pada suatu hari cerita tentang jamnya yang rusak. Kurang lebih begini yang dia ucapkan.

"Hm, nggak apa-apa deh.. Mungkin memang cuma sampai sini aja jodohnya. Jodoh sama jamnya. Bismillah, semoga Allah ganti dengan yang terbaik."

"Cuma sampai sini aja jodohnya", artinya, sudah usai masanya hal itu untuk bersama kita. Sudah selesai waktunya hal itu ada di kehidupan kita.

Mungkin terdengar remeh, hanya sebuah jam. Tapi tidak bagi mereka yang sudah kuat ikatannya dengan hal tersebut. Kita tidak pernah tahu hal apa yang membuat sesuatu itu berharga. Entah karena itu pemberian dari seseorang yang penting dalam hidup kita, entah karena butuh perjuangan yang tidak mudah untuk mendapatkannya, atau bahkan karena memang sudah banyak waktu yang dilalui bersama.

Jadi sebenarnya, dari kejadian-kejadian kecil yang setiap hari kita lalui, kita sedang belajar untuk menghadapi sesuatu yang lebih besar yang mungkin akan terjadi.

Kehilangan, kepergian, kekecewaan, dan sebagainya.

Setiap manusia memiliki fase 'datang' dan 'pergi'-nya masing-masing. Ada saatnya kita yang menjadi tokoh yang datang atau pergi di kehidupan orang lain, atau sebaliknya. Orang-orang silih berganti datang dan pergi dalam kehidupan kita. 

Setiap manusia memiliki fase 'datang' dan 'pergi'-nya masing-masing. Ada yang dalam fase hidupnya menghadapi kehilangan-kehilangan kecil dulu, ada pula yang langsung diuji dengan kehilangan paling menyakitkan. Kehilangan atau ditinggal pergi oleh seseorang yang paling penting dalam hidup, misalnya.

Dalam hal cinta, kerap kali kita kedatangan seseorang yang menyatakan ingin bersama, namun belum sempat bertemu orang tua, ia sudah pergi begitu saja. Alasannya beragam. Bisa jadi karena merasa tidak ada lagi kecocokan, atau bahkan menemukan cinta yang lain di tengah perjalanan. Intinya ya tidak berjodoh.

Maka sederhana, "Kalau dia pergi, berarti memang bukan dia orang yang Allah takdirkan untuk membersamai kita dalam membangun peradaban"

Dalam persahabatan. Di setiap masa yang kita lalui mulai dari masa kecil hingga dewasa, tentunya kita dipertemukan dengan dia atau mereka yang kita panggil dengan sebutan "sahabat". Tapi dari sekian sahabat yang kita miliki itu, apakah semuanya bertahan dalam kehidupan kita hingga saat ini?

Mungkin ada yang jawabannya masih, tapi kebanyakan sudah tidak.

Setiap orang ada masanya, setiap masa ada orangnya. Orang-orang yang kita temui yang menjadi teman main masa kecil, teman di sekolah dasar, hingga saat ini, berbeda-beda. 

Maka sederhana, "Kalau dia pergi, berarti memang sudah usai waktu dia ada di kehidupan kita, sudah habis masanya kita ada di kehidupan dia."

Begitupun dalam keluarga. Ada yang diuji dengan kehilangan salah satu atau kedua orang tuanya di masa kecil. Ada pula yang masa kecilnya lengkap bersama keluarga, namun di usia dewasa ia mengalami juga kehilangan paling menyakitkan itu.

Pada akhirnya, ini adalah tentang ikhlas dan penerimaan terhadap takdir. 

Semua orang diuji, hanya saja kadarnya berbeda.

Semua orang akan datang dan pergi, hanya soal waktu saja.

Jadi, tunggu apa lagi. Sayangi dan hargai dengan baik orang-orang yang ada di kehidupan kita. Sebelum nanti kita dipaksa untuk ikhlas atas kepergian mereka. 


Bumi Allah, 18 Muharram 1444 H.

Komentar

Postingan Populer